Malam ini dingin. Kau tau kenapa? Hmm... memang cuaca akhir-akhir ini nggak nggak menentu. Siang hari panas, tapi begitu bulan menampakkan wajahnya, semilir angin dingin seperti berebut ingin menguasai malam. tapi, malamku dingin bukan karena itu. Malamku dingin karenamu. Tapi aku tak bisa menyalahkanmu.
Kau ingat pertanyaanmu dua tahun yang lalu? Hari ini, persis tanggal ini. Aku masih ingat karena aku menulisnya di buku diary. Aku juga mencatat hari dimana kita baru pertama kali berkenalan. Aku ingat bagaimana kita berkenalan. Baik, aku akan mengingatkanmu. Waktu itu kau tiba-tiba berdiri di sampingku, dan bertanya tentang tugas yang diberikan Pak Rahmat pada kita. Aku ingin ketawa kalo ingat itu. Soalnya, setelah itu kamu cerita banyaaaaaaak banget. Tapi yang memberi kesan berbeda adalah... kau bercerita tentang drama korea. Hmm... setahuku, cowok (beberapa cowok yang aku kenal) nggak ada yang suka sama drama korea. Tapi kamu berbeda. Kamu malah asyik cerita kalo kisah percintaan temanmu mirip banget sama salah satu drama korea, dan itu drama korea yang aku juga sangat suka.
Hmm... Jujur aja, kesan pertamaku sama kamu adalah... kamu itu cowok aneh. Maaf kalo kamu tersinggung. Tapi jangan lama-lama ya tersinggungnya. Please... Soalnya aku paling nggak tahan kalo kamu ngediemin aku.
Gimana? Udah inget tanggal ini dua tahun yang lalu kamu tanya apa sama aku? Masih nggak inget juga? Hmm... dari dulu ingatanmu masih juga jelek. Payah ah!
Kau tau, aku masih ingat kenangan-kenangan saat aku bersamamu. Kau paling suka menggoyang-goyangkan motormu waktu ngeboncengin aku. Kita juga pernah nyanyi-nyanyi di jalan waktu sama temen-temen mau ke alun-alun. Kau masih inget lagu apa? Bukan lagu romantis yang bikin nangis... tapi lagu Gambang Suling. Aku suka ketawa sendiri kalo inget itu.
Kau paling suka cerita. Apa aja kamu ceritain. Kadang-kadang aku jadi penasaran, apa semua cerita yang kamu ceritain ke aku, juga kamu ceritain ke temanmu yang lain? Atau, memang hanya aku yang tau?
Kau masih ingat saat aku nemenin kamu bikin tugas selama tujuh jam? Tujuh jam duduk di depan komputer, ngutak-atik blog. Dari sebelum Dhuhur sampai habis Maghrib. Setelah itu kita berdua makan soto bareng di warung makan dekat lembah.
Tapi apa kau tau kalo dulu aku paling sebel kalo ngeliat kamu lagi deket-deket sama temen kita juga, Uni. Kau tau aku cemburu? Tapi aku nggak bisa ngelakuin apapun. Karena kamu bukan siapa-siapaku dan aku bukan siapa-siapamu. I'm just your friend. Just your friend.
Kau mau tau apa saja gosip yang beredar di kelas? Katanya kita berdua jadian, katanya kita berdua tunangan. Hahahaaa... kau tau kan aku nggak pernah mau pacaran? Kukira kau tau itu dengan baik.
Kenapa kau begitu baik sama aku? Kau nggak pernah menolak permintaanku kecuali kamu lagi ada kepentingan lain. Apa kau ingat hal apa aja yang udah kamu lakukan buatku?
Kau pernah mengantarku sampai depan dekanat waktu kakiku sakit (itu hal terromatis yang pernah aku alami), kau langsung datang waktu aku minta tolong buat bawa aku dari sekelompok cewek yang mencurigakan (aku sangat berterima kasih untuk itu), kau sapelalu bilang iya kalo aku minta diantar ke suatu tempat. Ah! Ada banyak hal sampai aku makin merasa suka padamu. Apa kau juga merasakan itu?
Hmm... Jujur aja, kesan pertamaku sama kamu adalah... kamu itu cowok aneh. Maaf kalo kamu tersinggung. Tapi jangan lama-lama ya tersinggungnya. Please... Soalnya aku paling nggak tahan kalo kamu ngediemin aku.
Gimana? Udah inget tanggal ini dua tahun yang lalu kamu tanya apa sama aku? Masih nggak inget juga? Hmm... dari dulu ingatanmu masih juga jelek. Payah ah!
Kau tau, aku masih ingat kenangan-kenangan saat aku bersamamu. Kau paling suka menggoyang-goyangkan motormu waktu ngeboncengin aku. Kita juga pernah nyanyi-nyanyi di jalan waktu sama temen-temen mau ke alun-alun. Kau masih inget lagu apa? Bukan lagu romantis yang bikin nangis... tapi lagu Gambang Suling. Aku suka ketawa sendiri kalo inget itu.
Kau paling suka cerita. Apa aja kamu ceritain. Kadang-kadang aku jadi penasaran, apa semua cerita yang kamu ceritain ke aku, juga kamu ceritain ke temanmu yang lain? Atau, memang hanya aku yang tau?
Kau masih ingat saat aku nemenin kamu bikin tugas selama tujuh jam? Tujuh jam duduk di depan komputer, ngutak-atik blog. Dari sebelum Dhuhur sampai habis Maghrib. Setelah itu kita berdua makan soto bareng di warung makan dekat lembah.
Tapi apa kau tau kalo dulu aku paling sebel kalo ngeliat kamu lagi deket-deket sama temen kita juga, Uni. Kau tau aku cemburu? Tapi aku nggak bisa ngelakuin apapun. Karena kamu bukan siapa-siapaku dan aku bukan siapa-siapamu. I'm just your friend. Just your friend.
Kau mau tau apa saja gosip yang beredar di kelas? Katanya kita berdua jadian, katanya kita berdua tunangan. Hahahaaa... kau tau kan aku nggak pernah mau pacaran? Kukira kau tau itu dengan baik.
Kenapa kau begitu baik sama aku? Kau nggak pernah menolak permintaanku kecuali kamu lagi ada kepentingan lain. Apa kau ingat hal apa aja yang udah kamu lakukan buatku?
Kau pernah mengantarku sampai depan dekanat waktu kakiku sakit (itu hal terromatis yang pernah aku alami), kau langsung datang waktu aku minta tolong buat bawa aku dari sekelompok cewek yang mencurigakan (aku sangat berterima kasih untuk itu), kau sapelalu bilang iya kalo aku minta diantar ke suatu tempat. Ah! Ada banyak hal sampai aku makin merasa suka padamu. Apa kau juga merasakan itu?
***
"Dimana kau temukan kertas ini?" seorang laki-laki bertubuh tegap menatap nanar sehelai kertas folio. Tulisan di atasnya sangat dia kenal. Berkali-kali dia mengingat, dia makin yakin bahwa tulisan di tangannya adalah tulisan Rani.
"Di sela-sela buku ini" Vera memperlihatkan sebuah buku. Buku jurnal berwarna hitam. Di ujung kanan atas dan bawah sampulnya ada stiker kupu-kupu berwarna merah muda.
"Buku ini..."
"Buku ini..."

